TIMIKA – jurnalpapua.id
Dalam rangka merayakan Golden Jubilee (usia 50 tahun) pada tahun ini, Komunitas Marriage Encounter Satelit Timika turut menggelar kegiatan yang juga digelar diseluruh wilayah Indonesia.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah menggelar jalan sehat Nusantara, aksi donor darah serta games berhadiah yang dipusatkan di halaman SD YPPK Tiga Raja, Jalan Yos Sudarso Timika, Sabtu (14/6/2025).

Ketua panitia kegiatan, yakni pasangan suami isteri, Edo-Dwi dalam laporannya menyampaikan ungkapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Terimakasih untuk semua sponsor yang mendukung kegiatan ini. Kiranya Tuhan yang akan membalas semuanya,” tuturnya.

Selanjutnya, Sekjen Keuskupan Timika, Romo Andreas Madya,SCJ, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa bicara tentang keluarga tidak akan pernah habis. Dinamika keluarga harus diperhatikan oleh gereja. Gereja harus sungguh-sungguh memberikan perhatian bagi keluarga.
Ini merupakan bentuk pelayanan pastoral bagi keluarga, dimana para pemuda dan pemudi yang mau memasuki hidup berkeluarga.

Lanjut dikatakan, bahwa jalan sehat nasional ini merupakan bentuk bagaimana keluarga harus dibangun dengan baik, kemudian juga dalam perjalanannya harus diperhatikan, didampingi juga gereja.

“Maka ini himbauan kepada para pastor paroki, kepada paroki-paroki agar sungguh-sungguh dalam memberi perhatian terhadap pastoral keluarga,” ungkapnya.

Selanjutnya, pasutri Ermon-Sari (Koordinator Satelit Timika) disampingi Romo Yohanes Haryoto, SCJ, menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka Golden Jubilee atau ulang tahun ke-50 ditahun 2025.

Lanjut dikatakan, bahwa komunitas ini
adalah sebuah wadah bagi pasangan suami istri untuk memperdalam hubungan mereka melalui dialog dan kasih. Perayaan ini menandai perjalanan panjang komunitas ini dalam membimbing pasangan untuk membangun keluarga yang harmonis.

Kegiatan jalan sehat Nusantara ini kata dia, digelar secara serentak diseluruh kota pada bulan Juni ini sebagai upaya dalam menjaga kesehatan, dimana hal itu menjadi sarana untuk mengungkapkan cinta kepada orang-orang terkasih, serta donor darah jadi bukti cinta kasih kepada sesama yang membutuhkannya.

“Kami rasa ini sangat pas dan kami bersyukur aksi donor darah bisa sampai 26 kantong. Terimakasih bapak Uskup Timika, para pastor dari masing-masing paroki, sehingga kegiatan ini bisa berjalan,” ujarnya.

Ditambahkan, bahwa komunitas ME Timika menggelar kegiatan ini dalam rangka memperingati 50 tahun Marriage Encounter berkarya di Indonesia.

“Kami bersyukur kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik dan diikuti oleh seluruh umat karena ini terbuka untuk umum,” terangnya.

Tapi memang sesuai dengan tujuannya, Marriage Encounter untuk mengajak pasangan suami isteri untuk bisa lebih menikmati dan menghidupi sakramen perkawinan mereka dan juga untuk menghidupi sakramen imamat mereka untuk para rohaniawan.

“Kita harap kedepannya bisa berjalan bersama gereja, dengan keuskupan untuk lebih menghayati dan bersinergi dalam menjalankan nilai-nilai sakramen perkawinan dan sakramen imamat,” imbuhnya.(**)























Discussion about this post